Jumat, Juli 03, 2009
Sang Waktu Bernostalgia


B
eberapa hari ini Sang waktu mengajak berjalan menelusuri kenangan dimasa lalu dan sang waktu berterima kasih karena adanya ’facebook’ maka sang waktu kembali menjadi barang yang tak ternilai harganya, ’facebook’ merubah kejadian masa lalu menjadi indah untuk di kenang, teman lama dapat di jumpai lagi dan saling ber nostalgia dan cerita yang lucu antara suka dan duka saat waktu kuliah kembali mengisi ruang kehidupan seakan baru kemarin terjadi.
dimana terasa betul bahwa yang abadi di dunia ini hanyalah perubahan , perubahan dari warna rambut yang dulunya gondrong kehitaman kini telah berwarna kebijaksanaan , perubahan bentuk tubuh yang dahulunya langsing dan kini menjadi langsung penuh ke arifan ,yang dahulunya atletis kini berubah menjadi ber bobot kewibawaan,

Sejenak Sang waktu mengajak beranjang-sana ke ruang organisasi profesi arsitek lansekap melihat kerinduan akan masa-masa lalu yang terasa indah untuk di dongengkan kembali, Ruang saat kelahiran organisasi profesi IALI (organisasi Arsitek Lansekap Indonesia ) di bulan februari 1978 ,Ruang dimana Indonesia menjadi Tuan Rumah Kongres IFLA (Organisasi Arsitek Lansekap dunia) di Bali. Dan Sang waktu memperlihatkan perubahan dari wajah organisasi profesi yang dahulunya terlihat eksklusif kini menjadi demikian ramah menjadi tuan rumah yang baik, dan wajah pendidikan arsitektur lansekap yang kini telah membuka diri untuk mengoreksi dan di koreksi demi tantangan profesi arsitek lansekap dimasa depan.
Sekilas tampak Sang waktu tersenyum manis melihat semua itu

Sang waktu seakan ingin menyadarkan dan mengingatkan betapa sia-sianya pohon yang telah tumbuh dengan kerindangan hijau dan memakan waktu yang panjang dengan mudahnya di tebang dalam seketika , sebidang ruang terbuka hijau yang ditetapkan dengan memakan waktu yang demikian panjang dalam berbagai diskusi dan seminar para pakar dipaksa untuk menjadi tempat berdirinya bangunan-bangunan beton, Sia-sianya ilmu yang dituntut selama 5 Tahun perkuliahan dengan tidak aktifnya para lulusan arsitek lansekap untuk berprofesi. Sia-sianya UU jasa konstruksi yang tidak berfungsi secara optimal bagi para kalangan praktisi karena pandangan pesimis dan pasif dalam ber-organisasi.
Sang waktu juga mengingatkan akan tantangan dan kendala profesi arsitek lansekap dimasa depan yang diwarnai demikian pesatnya kemajuan teknologi.

Sambil tersenyum sinis Sang waktu berbisik:” jangan pernah menyia-siakan waktu menjadi barang yang tak berharga,sebuah kejayaan dan kesejahteraan hanya akan tercapai jika pintar mempergunakan waktu”

Kemajuan dan keaktifan keahlian arsitek lansekap di kancah pembangunan tidak hanya dengan mudah dan dengan gampang di gantungkan di pundak para pejabat organisasi untuk menjadikan semua itu nyata karena sang waktu bukanlah milik mereka semata,sang waktu terikat erat pada pundak setiap individu para praktisi arsitek lansekap, merupakan sebuah beban tanggungjawab bagi setiap insan praktisi untuk ikut berperan dan berpartisipasi meningkatkan kinerja keprofesionalan para arsitek lansekap , merupakan sebuah kerugian besar untuk hanya sekedar menunggu tanpa ikut berperanserta secara aktif..

Perlu disadari dan di pahami bahwa waktu yang berlalu tidak akan kembali keruang dalam bentuk seperti sediakala, sang waktu akan tetap berjalan membawa sebuah perubahan baik atau buruk bagi setiap individu arsitek lansekap.Bagi yang melihat waktu merupakan sebuah investasi maka dapat di pastikan ia akan mengalami sebuah perubahan yang baik secara individu maupun secara organisasi akan terbalik jika kehidupan berprofesi menyepelekan waktu maka tanpa disadari perubahan yang terjadi tidaklah seperti yang di kehendaki.

Sang waktu kemudian mengajak keruang masa depan dimana terdapat 2 ruang pararel yang akan terjadi bila kita salah melihat peran sang waktu dalam kehidupan berorganisasi. ada satu ruang dimana sang waktu bukanlah merupakan barang yang berharga, yang tercipta adalah sebuah ruang dimana para arsitek lansekap menjadi sebuah profesi yang akan terhilang dari kehidupan masyarakat dan akan selalu menjadi profesi ’tempelan’ bagaikan perangko pada setiap pembangunan
Diruang yang lain jika sang waktu merupakan aset investasi yang berharga maka akan terciptalah sebuah ruang dimana para praktisi arsitek lansekap menjadi lebih profesional dan menjadi ’panglima’ bagi pembangunan berwawasan berkelanjutan.

Sang waktu mengingatkan perlunya waktu untuk saling bekerjasama, waktu untuk ikut berpartisipasi secara aktif dalam kehidupan organisasi profesi , sang waktu tidak akan berkompromi dengan sifat keras kepala, sifat arogan dan tidak akan terbeli oleh kelimpahan materialisme, Sang waktu akan gembira dan berarti jika kebersamaan untuk satu tujuan dalam cita-cita peningkatan ke profesionalisme arsitek lansekap indonesia menjadi misi abadi setiap insan praktisi arsitek lansekap.

Bukan saat yang tepat untuk sekedar berpangku tangan dan menunggu keajaiban datang
Terciptanya sebuah ruang dimana arsitek lansekap akan dihargai dan mencapai kejayaan
hanya dengan meletakan semua beban di pundak setiap pengurus organisasi arsitek lansekap ataupun pundak para pendidik ilmu arsitektur lansekap.itu hanyalah sebuah gambaran mimpi semu yang terasa nyaman dalam buaian.dan bila matahari pagi kembali bersinar yang terbit hanyalah penyesalan.

Sudah waktunya semua para praktisi arsitek lansekap menginvestasikan waktu pribadi bagi kehidupan arsitektur lansekap di Indonesia,ikut berpartisipasi dan berperan aktif dalam memberikan masukan kreatif ,pandangan inovatif dan ide-ide brilian bagi kemajuan organisasi keprofesian arsitek lansekap.
Sudah waktunya semua para praktisi arsitek lansekap untuk peduli menyingsingkan lengan baju, saling rapat dalam barisan mengejar ketertinggalan.

Diakhir perjumpaan sang waktu berujar : ” semua ini hanya merupakan pilihan dan pergunakanlah waktu dengan sebaik-baiknya sehingga akan berbuah baik”







Read more!
 
posted by JOHN F.PAPILAYA at 17:51 | Permalink | 0 comments
Senin, Juni 08, 2009
Situs www.Indonesian landscape architect.com melaju kencang..!!!
H
ari kemaren, Jumat 5 Juni 2009, bertempat di Lotus Room , Gedung Jakarta Design Center ,Slipi-Jakarta .Lembaga Organisasi profesi Ikatan Arsitek Lansekap Indonesia (IALI) cabang Jakarta berkerjasama dengan Komunitas Arsitek Lansekap (sebuah lembaga independen) meluncurkan web site www.indonesianlandscapearchitect.com

Meriahnya acara peluncuran situs web ini dihadiri oleh banyak praktisi arsitek lansekap maupun pratiksi dari cabang ilmu teknik lainnya serta dari beberapa media cetak, suatu tanda akan kerinduan sebuah media informasi yang dapat sebagai wadah untuk melepaskan dahaga akan keringnya informasi mengenai sepak terjang para arsitek lansekap dan segala informasi mengenai teknologi bidang arsitektur lansekap di Indonesia.

Situs web ini sebuah media online yang dibangun untuk menghimpun dan mempublikasikan berbagai informasi, berita, kesaksian, komentar konstruktif, bedah buku , mengenai bidang arsitektur lansekap serta perkembangannya di Indonesia maupun di Dunia. Suatu situs yang di bangun dengan semangat juang yang tinggi dari para arsitek lansekap muda yang kreatif yang berperan membangun situs tentang segala sesuatu mengenai bidang disiplin ilmu arsitektur lansekap sehingga mudah diakses tanpa batas waktu, ruang dan jarak.




Menurut keterangan dari ketua dewan pengurus IALI cab.Jakarta, Ir.Bagus Tatang Dewantoro IALI menyatakan bahwa situs ini lebih menekan kepada indenpendensi pengelolaannya dan terfokus untuk meningkatkan situs sebagai pusat media dan informasi bidang arsitektur lansekap maupun kreatifitas para praktisi arsitektur lansekap dalam berkarya, sehingga di harapkan dapat meningkatkan kesadaran para arsitek lansekap untuk aktif dan bersemangat untuk berpraktisi dan menyumbangkan tenaga maupun pemikirannya demi semakin berperan secara aktif dan inovatif bidang arsitektur lansekap dalam implikasinya untuk masyarakat.

Latarbelakang
Peribahasa dahulu kala berbunyi: “Tidak kenal tidak disayang, semakin kenal semakin disayang.” Oleh karena itu situs ini juga berfungsi sebagai media komunikasi, media persahabatan, media silaturahmi. Media mempererat persatuan dan kesatuan para praktisi arsitek lansekap di Indonesia pada khususnya. Sarana bagi para praktisi arsitektur lansekap untuk ‘menyapa’ khalayak dengan lebih membuka diri (profil dan berbagai pandangannya). Sekaligus sarana bagi masyarakat untuk lebih cepat mengenal sosok, pemikiran, bidang kearsitektural lansekap. Sehingga khalayak ramai bisa mengapresiasi dengan tepat ruang lingkup peran dan fungsi seorang arsitek lansekap.

selain itu, situs ini diharapkan berguna tidak hanya untuk generasi saat ini tetapi juga untuk generasi-generasi yang akan datang. Sehingga situs ini diharapkan akan terus dikembangkan menjadi “database online” tentang segala informasi perkembangan, potensi dan kendala bidang arsitektur lansekap di Indonesia..

Jurnalisme Independen
Dan sudah barang tentu sebagai lembaga yang independen diharapkan situs www.indonesianlandscapearchitect.com ini dapat diasuh oleh para jurnalis yang berpikir positif dan menganut prinsip ‘sesuatu yang baik adalah berita baik.’yang lebih menggali dan mengedepankan kebaikan daripada keburukan, kebenaran daripada kesalahan, keberhasilan daripada kegagalan. Jurnalisme kebaikan tanpa kebencian dan dendam.
Jurnalisme pembelajaran yang mengedepankan nilai-nilai edukatif dan jurnalisme independen yang menghargai perbedaan pendapat dan kritik konstruktif ,Jurnalisme kebangsaan tanpa determinasi agama, suku dan golongan.

Sebuah situs www.indonesianlandscapearchitect.com bukan hanya dilahirkan untuk kemudian menjadi bonsai saja tapi sebuah situs hendaklah tetap selalu up-date dengan segala informasi,dia akan hidup dengan makanan maupun minuman informasi – informasi yang aktual situs yang masih kecambah ini cepat atau lambat akan semakin dewasa dan akan melaju kencang berlari mengejar segala ketinggalannya dari situs-situs arsitektur lansekap yang lainnya dari berbagai organisasi profesi di dunia.dan sudah barang tentu peran para praktisi arsitek lansekap di Indonesia sangat akan membantu bila peran aktif dalam memberikan segala informasi-informasi terbaru.

Bagaikan sebuah gambaran puzle, organisasi profesi IALI cab.jakarta dengan segala kekurangannya ingin menghimpun segala masukan maupun pemikiran tentang potensi dan kendala ruang lingkup arsitektur lansekap di Indonesia dari segala para praktisi arsitektur lansekap pada khususnya dan masyarakat pada umumnya.
Diharapkan bagian-bagian puzle ide kreatif dan inovatif maupun pemikiran cerdas tersebut yang masih tersembunyi diberbagai tempat dan kelompok ini akan merekatkan diri pada gambaran puzzle dan akan semakin memperjelas akan keberadaan peran dan fungsi arsitek lansekap serta akan memperkaya khasanah keilmuan arsitektur lansekap.

Kelengkapan sebuah gambar puzle memerlukan kesabaran, ketekunan serta ketelitian yang terfokus, dengan motivasi serta komitmen yang teguh pasti suatu saat nanti gambar tersebut akan terpampang dengan jelas.dan sudah barang tentu gambaran tersebut akan berguna bagi semua para praktisi arsitek lansekap.

Bravo bagi pengurus IALI cabang JAKARTA.
Kita nantikan ’suprise ’ yang menarik selanjutnya..!!
Jayalah Arsitek Lansekap Indonesia...!!!!








Read more!
 
posted by JOHN F.PAPILAYA at 18:27 | Permalink | 0 comments
10 Langkah menata tujuan SMART
“The successful man is the average man, focused.” - Unknown
D
apat mengatur secara efektif sebuah tujuan agar dapat menjadi pedoman bagi tim perencana arsitek lansekap ataupun organisasi manajemen pelaksana pekerjaan lansekap agar dapat bertindak. Hal ini merupakan aspek penting bagi seorang pemimpin yang benar. Salah dalam meformulasikan tujuan maka akan memberikan arah tujuan yang salah bagi jalannya roda sebuah organisasi atau gagalnya sebuah proses perencanaan lansekap.

10 langkah ini merupakan adaptasi dari “ National Primary and care trust”
Merupakan langkah yang baik untuk di teladani.

SATU.
Jelaskan dan mengerti tentang perbedaan SASARAN dan TUJUAN, TARGET dan HASIL sebelum memulai. Tujuan dan Target berhubungan dengan KEINGINAN sedangkan sasaran berhubungan dengan RENCANA STRATEGIS. Siapkan beberapa sasaran yang kalian perlukan untuk sukses.

DUA.
SMART merupakan akronim kata yang terdiri dari Spesifik, Measureable,Achievable,Realistic dan Timely


TIGA.
Jangan berusaha untuk membuat pedoman dengan merubah susunan seperti MA/RST


EMPAT.
Dapat diukur atau Measurable merupakan sebuah kondisi yang penting, Kalian akan mengetahui apakah sudah tercapai sasarannya.karena ini merupakan sebuah bukti nyata kemajuan dan kesuksesan Dan orang lainpun juga akan mengetahuinya.


LIMA
Pengertian Achivable terkait erat dengan kata measurable,

Kadang-kadang tidak ada titik awal start pada saat memulai pekerjaan yang kalian tahu tidak akan terselesaikan.

Bagaimana supaya dapat sebuah tujuan dan sasaran sesuai dengan daya dukung?
- Tujuan dan sasaran dapat diukur

- Angota tim dapat segera mungkin menyelesaikan tugasnya dengan baik dan benar( hal itu
dilakukan sebelum terselesainya tugas pemimpin atau yang lainnya)

- Jika secara teori hal tersebut mungkin

- Mempunyai sumber daya dukung atau paling tidak dapat melakukan perubahan atau
improvisasi ketersediaan daya dukung.

- Kalian dapat memprediksi keterbatasan


ENAM.
jika hal itu dapat dicapai belum tentu itu realistis,akan tetapi jika itu tidak realistis hal tersebut tidak akan tercapai.


Kalian harus mengetahui:

- Siapa yang akan melakukannya?

- Apakah mereka mempunyai kemampuan dan keahlian untuk hal terebut?

- Darimana datangnya sumber dana ?

- Siapa yang akan membawa tanggung-jawab tersebut.


Realistis adalah mengenai faktor daya dukung manusia/waktu/dana/peluang.

TUJUH
Alasan utama sasaran bisa tercapai (achievable) tetapi tidak realistis ini tergantung kepada tingkat prioritas utama, kadang sesuatu hal perlu dilakukan terlebih dahulu (diutamakan) sebelum mencapai kesuksesan.Jika terjadi demikian, cobalah menyiapkan 2 (dua) atau lebih prioritas sasaran


DELAPAN
Kesuksesan bersembunyi didalam detil spesifik.kalian akan mengetahui sasaran sudah spesifik atau tidaknya jika:


- Setiap orang yang terkait mengerti secara jelas peranannya masing-masing.

- Setiap orang yang terkait dapat memahami dan mengerti secara jelas ruang lingkup
kerjanya (job desk)

- Tujuan harus bebas dari jargon-jargon basi yang menjemukan

- Kalian dapat mendefinisikan semua pedoman yang menjadi petunjuk /guidelines

- Pergunakan bahasa optimis yang dapat menimbulkan aspirasi dan motivasi


SEMBILAN.
Batas waktu mengatur ketepatan jadwal batas akhir,dan kalian harus dapat menjadi bagian dari itu. Jika tidak maka sasaran yang telah ditetapkan tidak akan terwujud.akan tetapi penetapan jadwal batas akhir hendaklah realistis,Atau Program akan terhenti karena tidak sesuai dengan kapasitas pendukung.


T haruslah merupakn M,dan R,dan S tanpa keterkaitan ini semua sasaran tidak akan menjadi suatu prioritas utama

SEPULUH.
Ini harga dari upaya yang telah dilakukan ! Kamu tahu bahwa kamu akan dapat menyelesaikan tugas secara baik dan begitupun yang lain




Read more!
 
posted by JOHN F.PAPILAYA at 18:19 | Permalink | 0 comments
Minggu, Mei 31, 2009
MEMBIDIK SASARAN ala SMART landscape
“There’s a difference between interest and commitment. When you’re interested in doing something, you do it only when circumstance permit. When you’re committed to something, you accept no excuses, only results.” – Unknown
K
eahlian dan kemampuan seorang arsitek lansekap adalah melakukan suatu perubahan pada bentang alam baik itu sebuah bentang alami ataupun sebuah bentang alam pada sebuah kawasan peruntukan pemukiman, rekreasi dan perkotaan,semua itu dilakukan dengan melakukan tindakan proses perencanaan maupun perancangan lansekap pada sebuah lahan ,seorang arsitek lansekap tanpa sadar tidak hanya sekedar membuat sebuah masterplan dalam cetak biru saja akan tetapi pada saat cetak biru masterplan telah siap maka akan datang sebuah perubahan bentang alam pada sebuah kawasan yang nantinya akan dapat memberikan sebuah ruang berkualitas dengan kesimbangan ekologis yang saling mengikat dan berkesinambungan antara manusia,mahluk hidup dan lingkungan sekitar.




Akan tetapi tidak akan terjadi suatu perubahan nyata jika tidak ada sebuah perencanaan yang matang dan dengan memiliki tujuan akhir yang tepat.oleh karena itu untuk mencapai tujuan akhir dengan hasil yang di inginkan maka perlu persiapan TUJUAN dan SASARAN .Penentuan tujuan atau sasaran pada proses perencanaan atau perancangan lansekap maupun pelaksanaan pekerjaan lansekap memerlukan metoda yang tepat sehingga tidak akan terjadi sebuah hasil perencanaan lansekap yang mustahil untuk dilaksanakan.
Karena sebuah karya perencanaan lansekap bukanlah sebuah bentuk yang abstrak meskipun sebagian besar elemen yang menjadi urat nadi pada sebuah perencanaan lansekap merupakan mahluk hidup dan malah boleh dikatakan bukanlah merupakan buatan pabrik,akan tetapi elemen yang terkandung dalam sebuah perencanaan lansekap adalah elemen-elemen yang hidup tumbuh dan berkembang.

Sebelum kita masuk lebih jauh lagi mungkin kita dapat melihat perbedaan yang jelas antara bedanya pengertian TUJUAN dan SASARAN dengan contoh seperti ini:

“Aku mempunyai tujuan menjadi seorang arsitek lansekap indipenden.”

Pernyataan ini merupakan pengertian TUJUAN,sebuah tujuan memungkinkan untuk memiliki satu atau beberapa SASARAN yang dapat menciptakan kondisi bagi tercapainya sebuah TUJUAN

Seperti contoh: Untuk menjadi seorang arsitek yang indipenden maka aku memerlukan
1. Meoptimalisasikan kemampuan-ku sebagai arsitek lansekap
2. Melakukan improvisasi pada keahlian-ku
3. Memulai bisnis bidang arsitektur lansekap

SMART landscape merupakan sebuah akronim yang merupakan kunci yang berisikan pengertian tentang sebuah tujuan dan merupakan metode untuk menetapkan sasaran pada sebuah perencanaan arsitektur lansekap. Pendekatan SMARTlandscape dapat membantu bagi para arsitek lansekap untuk dapat menetapkan Tujuan dan Sasaran secara tepat.karena sasaran merupakan rencana strategis atau ‘warplan’ yang merupakan jalan setapak dari sebuah jalan untuk mencapai tujuan dan sasaran yang terkait dengan aspirasi, harapan dan visi dari sebuah perubahan sebuah bentang alam.

Metoda SMART landscape merupakan akronim dari kata:

Specific ; yang artinya konkrit,detail,bisa di definisikan,
Measureable ; berwujud angka,kwantitas dan ‘comparision’,
Achievable ; dapat di capai sesuai kapasitas ,
Realistic ; kemampuan ,daya dukung,
Time-Bound ;mempunyai batas waktu)

Metoda ini bukanlah merupakan hal yang baru, karena metoda SMART ini telah sering di gunakan sebagian kalangan dalam menentukan tujuan dan sasaran dan ruang lingkup disiplin ilmu lainnya, akan tetapi tidak ada salahnya metoda ini di gunakan juga oleh kalangan arsitek lansekap dalam menentukan Tujuan Dan Sasaran pada sebuah perencanaan dan perancangan lansekap sehingga sebuah perubagan ruang yang berkualitas akan lebih mencapai target dan memberikan hasil yang optimal.

Mari kita lanjutkan karateristik kunci ini lebih detail lagi.

1.Specific (spesifik,jelas tidak ambigu)
Spesifik berarti mempunyai sasaran yang konkrit,detail,focus dan well defined Specifik berarti berorientasi pada tindakan dan hasil . Sasaran harus maju lurus kedepan dan adanya tindakan nyata untuk dapat menimbulkan hasil nyata

Untuk membantu tujuan yang spesifik kita dapat mengunakan list pertanyaan kunci dengan rumusan pertanyaan 4 W + 1 H seperti di bawah ini:

  • WHAT ( Apa yang harus saya tetapkan dan lakukan ) penentuan jawaban akan pertanyaan ini lebih baik dilakukan dengan menggunakan kata kerja seperti Mengatur,Membangun,Merencanakan,Melaksanakan dll ,hal ini dilakukan untuk lebih dapat membantu sasaran menjadi lebih berorientasi pada tindakan dan fokus kepada hal yang paling penting
  • WHY ( Kenapa hal ini menjadi suatu hal yang penting untuk saya lakukan ?
  • WHO ( Siapa yang akan melakukan hal tersebut ? dan Siapa lagi yang dapat ikut terlibat ?
  • WHEN ( Kapan Hal ini harus selesai dan memberikan hasil nyata )
  • HOW ( Bagaimana Aku dapat melakukan hal tersebut )

2.Achievable ( Dapat dicapai sesuai kapasitas)
Sasaran mempunyai pencapaian akhir,jika tujuan terlalu jauh dimasa depan maka kita akan susah untuk dapat ter motivasi dan konsisten untuk mencapainya. Sasaran tidak seperti sebuah aspirasi atau visi, Sasaran membutuhkan pencapaian akhir untuk supaya kita tetap termotivasi.
Sasaran butuh pengikat dan memberikan tekanan, tetapi tidak terlalu jauh sehingga dapat menciptakan kondisi frustasi dan kehilangan motivasi.
Pertanyaan Kunci :
Dapatkah kita melakukannya dalam batas waktu tertentu?
Apakah kita mengerti tentang batas limit?
Dapatkah kita melakukan dengan daya dukung yang tersedia?
Apakah ada orang lain yang telah berhasil melakukan hal ini?
Mustahilkah sasaran ini?

3.Realistic (Tidak mengambang)
Sasaran memang dapat diukur akan tetapi mungkin tidak realistis,karena realistis bukan berarti mudah untuk dilakukan.
Realistis berarti mempunyai kemampuan dan daya dukung untuk melakukan hal tersebut.the achievement daripada sasaran memerlukan daya dukung seperti keahlian,keuangan,peralatan dsbnya
Tetap untuk menjaga sasaran realistis,meskipun hal tersebut akan mengikat dan memberikan tekanan
Kebanyakan sasaran dapat dicapai akan tetapi memerlukan suatu perubahan dari prioritasmu untuk dapat menjadikannya berhasil.
Pertanyaan Kunci:
Apakah kemampuan sumber daya manusia maupun sumber daya alam dapat mendukung pencapaian ke sasaran?
Apakah Diperlukan suatu prioritas tindakan untuk mewujudkan hal tersebut?
Apakah tindakan ini mungkin untuk membuat sasaran menjadi nyata?

4.Measurable ( Dapat diukur)
Apakah tujuan itu dapat diukur atau terukur
Jika tujuan dapat diukur itu menunjukan bahwa kita dapat melakukan dan mengelola perubahan tersebut dan dapat melangkah pada jalan yang benar.hal ini sangat penting bagi membangkitkan hasrat dan motivasi untuk tetap berjalan dan melihat perubahan yang terjadi sedikit demi sedikit.
Dan pengukuran dapat membantu untuk memprediksi kapan kita dapat melihat hasil dari sasaran tercapai.
Pertanyaan Kunci:
Bagaimana aku mengetahui perubahan telah terjadi.
Dapatkah pengukuran ini di obtained

5.Time-Bound ( Ada target waktu )
Batas waktu berarti rencana tentang batas akhir bagi pencapaian akhir daripada sebuah tujuan, batas waktu memerlukan apakah dapat dicapai dan realistik.Jika kita tidak dapat mengatur waktu maka hal tersebut akan mereduksi motivasi and urgency requiry to execute the task.Batas waktu menciptakan suatu kondisi aktif dalam tindakan
Pertanyaan kunci
Kapan Tujuan ini akan tercapai?
Apakah ada batas waktu pencapiaan?




Read more!
 
posted by JOHN F.PAPILAYA at 19:15 | Permalink | 0 comments
Minggu, April 05, 2009
TEKNIK MEMBENTUK MANUSIA
Diterjemahkan dari Friederich Dessauer,"streit um die technik",  sumber Teknologi dan dampak kebudayaannya,Yayasan obor indonesia1993.
C
ara terbaik bagi kita untuk mengamati pembentukan manusia oleh Teknik ialah bila kita meninjau sekolah-sekolah (mulai sekolah kejuruan sampai sekolah tinggi teknik), juga secara sungguh-sungguh meninjau pabrik-pabrik serta mengadakan kontak dekat dengan orang-orang disitu

Hal yang paling mengesankan, yang kualami sendiri selama tahun-tahun kuliahku yang pertama, pengalamanku pertama dalam pabrik dan selama masa hidupku selanjutnya dalam dunia teknik, ialah keterikatan ‘kaum teknik pada suatu “wilayah-pimpinan”
Jika saya ingin menyelesaikan suatu tugas teknik, semuanya ditentukan oleh kesanggupanku menguasai diri sendiri, jangan terpengaruh oleh kelesuan, nafsu, prasangka, kecenderungan selera. Dalam pelaksanaan karya teknik manusia harus melepaskan seluruh dirinya dan menuju ke objek.hanya dengan demikian dia secara sadar pada tujuan dapat menembus tabir hukum alam dan melalui karya manusia berkembang kearah realisasi.

Berdisiplin menetap dalam wilayah-pimpinan, tanpa melakukan “kesalahan” baik karena tidak tahu maupun karena kelemahan, itulah yang penting.Siapa yang mempelajari dan melatih diri semua itu selama berpuluh-puluh tahun, siapa yang lulus dari sekolah ini, dialah yang berjalan dalam suatu ruangan dengan batas tertentu.Batas-batas itu ialah hukum-hukum alam raya, yang menjadi sumber karyanya dan yang menentukan batas-batas kemungkinan teknis,tetapi tak seorangpun bertanya, apakah batas-batas itu mutlak, apakah di balik batas-batas tersebut ada suatu “Ketiadaan”,ataukah suatu “Yang Kuasa”
Yang memberikan hukum-hukum itu.

Daripada merenung tentang asal mula dari “wilayah-Pimpinan”itu, pendidikan teknik memberikan tekanan pada “pengendalian diri” yang sungguh-sungguh.Sebab pengendalian diri berarti “latihan”,belajar menghayati aturan-aturan yang tidak boleh dilanggar.



Para peneliti sudah mengalami bahwa di dalam pekerjaannnya tidak berlaku kompromi, sikap menipu sendiri, tetapi hanya penyerahan diri yang sepenuhnya pada perkara yang diteliti. Orang teknik mengalami yang sama juga, bahwa pemikiran-pemikiran dan pelaksanaan-pelaksanaannya terikat, bahwa keberhasilan dan kegagalan karyanya ditunggu oleh suatu pengadilan yang tanpa ampun. Suatu pabrik yang bekerja jelek tidak akan lama hidupnya.Disitulah pendidikan dan pengendalian diri, dan suatu motif dasar lain : tugas itu diserahkan, metodenya dimanfaatkan orang lain ; pergi dari sang pemikir dan sang penghasil buah-buahnya melalui jalan-jalan yang tersembunyi, keseorang sesama manusia yang mereka abdi.

Bila orang terdidik begitu selama bertahun-tahun, dia akan memenangkan hadiah besar berupa kepastian tentang pemenuhan tujuan karyanya. Manusia teknik itu tahu; jika saya setia bekerja dalam wilayah-pimpinanku, jadi dengan penerapan hukum alam dan dengan saran-saran brilian yang mungkin, tanpa lalai dalam hal teknik, maka pekerjaan saya pasti berhasil.

Begitulah kaum teknik adalah orang-orang yang dalam profesinya dapat diandalkan.kalau tidak begitu, tentulah mereka tidak akan sanggup bertekad berbuat hal-hal yang berat dan besar. Maka dunia ikut yakin serba pasti dengan mereka, dan mengharapkan dari mereka pembangunan kembali eropa. Hampir tidak ada kepercayaan yang sepenuh itu pada bidang-bidang lain dalam masyarakat.Apabila dari orang teknik diharapkan agar ikut menyumbang demi suatu keputusan bangsanya atau negaranya, maka sering terjadi bahwa dia merasa tidak pasti, karena dalam hal-hal itu ia tidak menemukan tolak ukur pengarahan seperti dunianya, apabila seorang teknikus keluar dari profesinya, ia mendengar ucapan-ucapan dan pendapat-pendapat yang arahnya tersebar. Dimana buktinya, bagaimana dia dapat menguji kembali, bagaimana menemukan kepastian? Dalam sidang pengadilan ia menemukan pihak-pihak yang saling bertentangan; macam-macam negara punya macam-macam hukum pula, cara pemeriksaan pun serba berbeda.

Para filosofot menanggapi hampir semua pertanyaan dengan jawaban yang saling bertentangan. Sama halnya dengan pandangan ajaran-ajaran ekonomi nasional.

Dimanapun tidak ditemukan tolak-tolak ukur yang tak tergoyahkan seperti dalam bidang ilmu pengetahuan alam dan teknik.Hanya disinlah ada suatu wilayah yang bertafsir tunggal, pemberi ukuran yang sah untuk semuanya; yang memang membutuhkan pengendalian diri, namun menjamin kepercayaan yang pasti dan pemenuhan.

Ketika manusia melihat pesawat terbang naik keudara, ketika orang mengalami sulfonamide betul betul menyelamatkan manusia dari kematian, maka pada saat itu tidak ada lagi keragu-raguan, Tetapi dalam bidang-bidang kemanusiaan lain mana terdapat kepastian pemenuhan? Bukankah kekurangan dalam hal tolak-tolak ukur yang pasti dan tafsir tunggal merupakan ciri dalam ruang masyarakat?Bukankah dalam politik sering terjadi, bagaimana perdebatan tentang suatu pemecahan masalah menuju kepenggunaan kekerasan ? dan bila tentara-tentara saling melabrak, apakah hasilnya lalu pemecahan masalah yang adil dan benar dan tidak seperti sering terjadi, justru yang sama sekali lain? Oleh karena itu banyak kaum teknik merasa enggan menghadapi kehidupan politik.Dia lebih senang berlindung di dalam kejuruannya. Itu harus kita pahami, itu dapat dimengerti. Akan tetapi ada kelemahan yang melekat pada itu, dan tentang hal tersebut kita harus jelas.

Manusia dalam semua permasalahan selalu mencari pegangan.Semua kehidupan tidaklah pasti, terancam: kehidupan bangsa-bangsa, kota- kota, daerah-daerah seperti kehidupan orang perorangan.

Dalam teknik orang dapat menemukan suatu pegangan.Hukum-hukum alam adalah pasti.Pengujiannya menentukan.Tetapi rupa-rupanya di bidang-bidang lain tangan meraih ke dalam ketidak pastian. Hal itu terasa dalam oleh generasi kita. Filsafat eksistensialisme adalah suatu ungkapan juga dari keadaan tersebut. Jika orang selalu sia-sia meraih pegangan yang pasti, ia cenderung untuk menerima suatu tolak ukur yang semu. Itu tampil dalam kekuasaan lahiriah yang memuja diri sendiri serba congkak dan bising. Karena dalam ruang masyarakat manusia teknik tidak menemukan tolak –ukur umum yang pasti tentang yang benar, ia terancam bahaya, bergabung dengan kekuasaan senjata yang berparade dan menerima begitu saja hasil-hasil jangka pendeknya sebagai tolak-ukur dari yang benar dan yang adil. Kemudian datanglah akibat-akibatnya yang tragis, peristiwa-peristiwa terkenal yang selalu saja dibawa-bawa oleh para pengritik teknik, bila mereka berkata ; kaum teknik mengerjakan yang baik maupun yang jahat dengan jerih payah yang sama, karena bagi dia, persoalannya hanyalah ”bagaimana” pelaksanaan tugas. Dan bukan tugas itu sendiri. Teknik bagaikan abdi perempuan, teknikus abdi lelaki bagi sembarang tuan.memanglah kritik-kritik teknik seperti itu sempit dan menyesatkan, tetapi sebutir kecil kebenaran ada juga didalamnya. Teknik membawa bahaya profesi yang sangat jelas, bayangan dari ke agungannya.

Kita telah berbicara tentang pengendalian diri, tentang latihan-latihan menuju penyerahan diri yang penuh pada ”wilayah-pimpinan” kewatak tidak mementingkan diri sendiri, kepengekangan sang Aku dalam penunaian kewajiban mengenai nilai-nilai teknik dan tentang pahala, yakni kepastian tentang keberhasilan.

Apakah pendidikan seperti itu cukup ? memang itu memenuhi harapan kalangan luas tradisi eropa, khususnya tradisi jerman.Dalam masa muda saya, kami selalu sangat diajari patuh menghadapi orang berwibawa, berbakti penuh demi pelaksanaan setia dari tugas, seluruh pendidikan kami diarahkan untuk memasukkan itu semua dalam kesadaran anak-anak dan pemuda.Kami bangsa jerman memang betul-betul juara dalam pelaksanaan perintah samapi batas-batas terakhir, dengan penyerahan diri sepenuyhnya dan pengorbanan diri.

Tetapi selain kebajikan PELAKSANAAN, masih ada kelompok-kelompok kesempurnaan lain, ialah kebajikan-kebajikan pengambilan KEPUTUSAN.Pada akhirnya manusia berdiri sendiri dihadapan pengadilan hati nuraninya, atau jika ia beriman, dihadapan Hakim Abadinya. Disana ia tidak dapat lagi mengandalkan kewibawaan yang memerintahkan pelaksanaan ini dan itu. Oleh karena itu kita harus berusaha mendidik manusia sehingga ia mempunyai pemahaman, kekuatan, keberanian, keswasembadaan, kebajikan-kebajikan pengambilan keputusan; dan yang tanpa menghiraukan ancaman apapun tidak dapat disuruh meninggalkan tugas yang oleh lubuk terdalam hati nuraninya dirasakan sebagai wajib;manusia-manusia yang dapat dikatakan selalu hadir dalam pandangan wajah Tuhan.

Pengalamn hidup yang panjang mengingatkan saya untuk selalu menekan hal ini;KITA TIDAK MENDIDIK SECARA BETUL.Sudah sejak masa kanak-kanak kita harus menjaga, agar disamping kebijaksanaan kebajikan dari pelaksanaan, dan di samping patuh serta penyerahan diri kita harus menjaga kekuatan-kekuatan pengambilan keputusan.

Orang Berwibawa dan Orang Bawahan

Tanda-tanda luar, gelar,pangkat belum berarti kewibawaan yang penuh.banyak orang tidak berdiri pada keadaannya dirinya, tetapi bersembunyi di belakang pangkat mereka.Mereka baru merasa pasti, jika diangkat oleh orang lain.Baru keanggotaan ”masyarakat atas” kedalam Klub-Klub, dalam suatu perhimpunan, pe,ilikan pakaian seragam, gelar atau sebutan memberi mereka kesadaran diri. Tetapi lalu sering dilebih-lebihkan itulah arti harafiah ”orang bawahan” yang sesungguhnya; kedudukan dibawah perkara lain.Kedudukan seperti itu melahirkan perngecut, penakut terhadap manusia lain, pembualan dan kelemahan batin. 

Kewibawaan yang sejati harus didasarkan atas sendi-sendi budi luhur dan etika.hanya bagi mereka yang memiliki daya seperti itulah jumbai-jumbai emas atau tanda apapun yang menandakan pangkatnya memiliki arti lahiriah yang sah.

Orang bawahan adalah jenis manusia yang menghindari pengambilan keputusan pribadi dan hanya mau melaksanakan saja.Jika pelaksanaan itu suatu kejahatan, maka pembelaannya berbunyi :”kami toh hanya melaksanakan apa yang diperintahkan kepada kami.” Ia memang tidak dididik untuk mengambil keputusan, dan bila tugas yang diberikan padanya melanggar hukum etika, peri kemanusiaan dan agama, ia tidak mampu menolak pelaksanaan atas kekuatan sendiri.

Karena teknik membentuk sejarah dan para pengemudi negara berkali-kali mengadakan langkah-langkah paksaaan pada papan catur politik mereka, maka sungguhlah tugas kita yang tak dapat dielakkan ialah mendidik kaum muda kita dan kader-kader teknik kita juga, agar mereka mampu mengambil keputusan, memilki kekuatan jiwa untuk menjawab panggilan melawan ketidak adilan.
Perintah-perintah untuk membangun instalasi penghancuran, untuk membanjiri tanah-tanah pertanian dengan peledakan tanggul-tanggul pantai, perusakan karya-karya sekian generasi tidak boleh dilaksanakan.Pemberian perintah-perintah seperti itu haruslah menjadi tidak mungkin, karena kaum teknik tidak melaksanakan perintah-perintah itu.

Dan lebih luas mengatasi kalangan teknik berlakulah seperti ini: suatu generasi yang sejak masa kanak-kanak memperoleh pendidikan tentang kebajikan pengambilan keputusan, tidak akan melakukan hal seperti itu, baik orang teknik maupun setiap orang juga hakim,dokter,harus belajar menentang penyalagunaan profesinya.Jika tidak, maka ia mengkhianati jabatannya.

Renungan-renungan kita tentang tuntutan berikut ini bagi pendidikan generasi yang akan datang.Yakni; jangan pernah melupakan makna, martabat,etika profesi teknik,jadi latar belakang yang mendalam dari teknik sebagai ciptaan penerus akan bermuara kedalam pertanyaan kemanusiaan yang universal.

Manusia pernah disebut sebagai ”manusia tengah” Itu beralasan, menurut perkiraan saya,manusia tiba-tiba muncul diatas sebuah planit kecil.Persyaratan-persyaratan hidup untuk manusia sangat sempit, maka ia akan tenggelam kembali.Tata bintang-bintang dan galaksi yang jauh-jauh tidak dapat ia capai dan sama jauhnya juga kedalam dunia mokro dan inti-inti atom.

Oleh karena itu kita adalah salah satu jenis mahluk yang melayang ditengah dan selamnya terancam.Teknik membebaskan manusia dari beribu-ribu ancaman semacam itu.Didalam teknik manusia mengangkat sendiri nasibnya didalam tangan.Tetapi apabila ia lupa bahwa kekuasaan teknik bukanlah kekuasaan manusia, melainkan pemberian kepada-NYA,apabila dia menutup mata terhadap latar belakang lalu hanyut didalam keseharian-harian pelaksanaan belaka, apabila dia menghindar dari pertanggungjawaban yang dipikulkan padanya oleh teknik.maka benarlah para penggugat teknik yang menuduh teknik sebagai fungsionalisme yang tidak bertanggung jawab, dan dengan demikian melacurkan diri menjadi budak setiap orang.Bahaya mengancam kita semua,tetapi terutama kita kaum teknik bahaya yang lebih besar lagi.Kehidupan sehari-hari mengancam kita semua dengan pelaksaaannya yang gaduh dan yang sewenang-wenang dicampuri kekuasaan-kekuasaan asing seperti misalnya dunia bisnis.

CELAKALAH GENERASI YANG MEMELIHARA KEKUASAAN PELAKSANAAN TETAPI KEHILANGAN MAKNA.

Makna, itulah yang besar, yang dalam dan yang lembut.Pemahaman meminta keheningan pemadatan budi hati, penjauhan dari yang gelisah dan ribut, diam, pendalaman, pendengaran lembut.Pasar malam memang ramai tetapi tidak berarti, Hening bintang-bintang menjalani jalur-jalur dahsyat yang telah ditunjukan oleh sang Pencipta melalui Hukum-HukumNYA



Read more!
 
posted by JOHN F.PAPILAYA at 05:32 | Permalink | 1 comments